kite berjumpe lg... arini sy nak kongsikan ape yang saya bace buku 50 wasiat Rasullullah utk wanita...
saya akan tulis kan isi buku tersebut...
Buku ini byk memberi kesedaran pada saya.... dan saya harap pembaca yang len pun sama... ^_^
Ini adalah wasiat kedua Rasullullah S.A.W utk wanita iaitu menhindari dosa-dosa kecil...
Dari Aisyah radhiyallahu'anha, dia berkata: Rasulullah sallallahu'alaihiwasallam, bersabda: " Wahai Aisyah, hindarilah olehmu amal-amal yang remeh ( dan dalam suatu lafaz disebutkan: 'Dosa-dosa'). kerana ada yang akan menuntut dari Allah terhadap amal-amal itu"
Ini merupakan wasiat Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam, kepada Ummul-mukminin, Aisyah. Ini merupakan wasiat yang amat berharga dan berfaedah, iaitu berupa peringatan tentang hal yang sering kali dilalaikan banyak orang, iaitu dosa-dosa kecil. Setelah Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam wafat, Anas berkata:
"Sungguh kamu semua sudah mengetahui pelbagai amal yang menurut pandanganmu itu lebih lembut dari sehelai rambut. Apabila kami menyebutnya pada masa Nabi sallallahu'alaihi wasallam, adalah al- mubiqat (perbuatan derhaka)"
Ertinya adalah hal-hal yang merosak menurut al-Bukhari. Perhatikanlah wahai saudara muslimahku! Kalau yang dikatakan Anas seperti itu pada masa sahabat dan tabi'in, lalu bagaimana andaikata Anas melihat kondisi orang-orang pada masa sekarang. Tentu seorang mukmin akan merasa menyesal dan sedih menyaksikan para pemeluk islam yang meremehkan hak-hak Allah, dan tidak ada yang dia katakan kecuali ucapan: Alangkah menyesalnya wahai hamba Allah.
Perhatikan pula Ummud-Darda' yang berkata: " Pada suatu hari Abud-Darda' masuk (rumah) sambil marah-marah. Maka Ummud-Darda' bertanya: "Ada apa engkau ini?" Abud-Darda' menjawab: " Demi Allah aku tidak melihat sedikitpun dari urusan Muhammad sallallahu'alaihi wasallam, di antara mereka, melainkan mereka solat semuanya."
Lalu apa yang bakal diucapkan Abud-Darda' andaikata ia melihat kehidupan orang-orang waktu sekarang? Wanita Mukminah yang lurus dalam keimanannya tidak akan memandang kederhakaan yang terjadi di depannya, lalu dia berkata tanpa menaruh perhatian. " Itu hanya dosa kecil dan remeh". tetapi dia harus takut terhadap seksa Allah, menangis kerana takut terhadap penderitaan api Neraka dan merasa rugi andai kata die terhalang untuk masuk Syurga.
Dulu, ada seorang zahid, Bilal Bin Sa'd yang berkata: "Janganlah engkau melihat pada kecilnya kesalahan. Tetapi lihatlah pada siapa yang engkau derhakai."
Wanita Mukminah yang lurus selalu merasa khuatir terhadap dirinya dan takut kepada seksa Allah. Maka dari itu dia selalu berada dalam ketaatan kepada Allah dan melaksanakan kebaikan. Abu Ja'afar As-Sa'ih rahimahullah juga berkata:
" Ada khabar yang sampai kepada kami, bahawa seorang wanita ahli ibadah yang sungguh rajin melaksanakan solat-solat sunat, berkata kepada suaminya: ' Celakalah engkau, bangunlah! Sampai bila engkau tidur saja? Sampai bila engkau selalu dalam keadaan lalai? Aku bersumpah demi engkau, janganlah mencari penghidupan kecuali dengan cara halal. aku bersumpah demi engkau, janganlah masuk Neraka hanya kerana diriku. Cubalah berbuat baik kepada ibumu, sambunglah tali persaudaraan, janganlah memutus mereka sehingga allah akan memutuskan dirimu"
Begitulah yang dilakukan seorang wanita muslimah yang bertakwa dan merupakan ahli ibadah. Dia menolong suaminya kepada kepentingan urusan dunia dan juga akhirat. Sedangkan pada zaman sekarang, kita melihat wanita-wanita muslimah tidak memperhatikan dosa-dosa kecil, kecuali orang yang dirahmati Allah. Bahkan akhirnya mereka berani mengerjakan dosa besar secara terang-terangan pada siang hari, tidak takut pada kemarahan Yang Maha Penguasa. Tadinya mereka meremehkan dosa. Dia tidak sedar bahawa apabila seorang sudah meremehkan suatu dosa, maka Allah akan memperbesarkan dosa itu. Sehingga tidak cukup sampai di situ sahaja, sampai akhirnya dia terjerumus ke dalama dosa besar. Pada hal awal bermulanya adalah dari dosa kecil. Sungguh benar perkataan seorang penyair:
" Segala kejadian berawal dari pandangan,
Kobaran api berasal dari keburukan yang kecil,
Berapaa banyak pandangan yang merosak sang pelaku,
Bagaikan rosaknya anak panah tanpa busur dan tali."
Maka wanita Muslimah harus menjauhi dosa-dosa kecil apalagi dosa-dosa besar. Selagi mereka mahu meninggalkan dosa besar, taubat dari dosa-dosa kecil, beristighfar, menyesali dan mengakui bahawa meskipun kederhakaan itu kecil, namun ianya merupakan hak Allah, Pencipta langit dan bumi, yang memiliki keutamaan dalam segara sesuatu. Dengan adanya penyesalan dan pengakuan ini, maka sesungguhnya Allah itu Maha Luas maghfirah dan rahmat-Nya. Dia pasti tidak akan mengampuninya. Firman-Nya:
" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, nescaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Syurga)." (An-Nisa' :31)
Allah juga berfirman:
" Dan, (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf." (Asy-Syura: 37)
"(Iaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya." (An-Najm: 32)
Akhirnya sebelum meniggalkan wasiat yang sangat berharga ini, boleh jadi engkau bertanya-tanya sambil berkata:
"Bukankah dosa-dosa kecil itu diampuni sebagaimana diampuninya kederhakaan yang lain?"
Kami tidak dapat mengatakan kecuali bahawa Allah itu sangat besar maghfirah-Nya, Maha luas rahmat-Nya, mengampuni siapapun yang dikehendaki-Nya. tetapi hendaklah engkau ketahui, andaikata dosa-dosa kecit itu membinasakannya dan memasukkannya ke dalam Neraka, kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
*****************
SEKIAN, TUK ARINI... HARAP SALAH SILAP DI MAAFI...







